RSS

Kerajinan tangan khas Lampung

Di Lampung sendiri kita bisa menemukan berbagai macam kain tapis, antara lain tapis pepadun, tapis peminggir, tapis liwa, tapis abung, dan lain-lain. Setiap jenis kain tapis tersebut memiliki motif yang berbeda-beda. Misalnya, kalau kain tapis yang berasal dari daerah pesisir, seperti tapis liwa memiliki motif yang cenderung lebih luwes dengan menonjolkan motif flora. Sedangkan kain tapis pepadun dan tapis abung memiliki motif yang lebih primitif dan cenderung lebih kaku.

Gambar

 

Untuk mencari kain tapis anda Bisa mendapatkannya di Pasar Bambu Kuning. Di sini kita bisa menemukan banyak jenis kain tapis dengan motifnya yang beragam. Bahkan bagi yang ingin mencari suvenir, kita bisa mendapatkan tapis dalam bentuk selendang kecil ataupun hiasan dinding. 

Gambar

 

Beberapa daerah di Sumatera memang memiliki kain tradisional yang hampir mirip satu sama lain. Lampung memiliki kain tradisional kebanggaan berupa kain tapis dengan benang-benang emasnya. Kita coba menengok sedikit ke daerah Palembang, mereka mempunyai kaintradisional berupa kain songket. Kemudian kalau kita bergerak ke arah barat menuju Medan, di sana juga terdapat kain ulos khas Batak. Kalau kita perhatikan, perbedaan dari kain-kain tersebut terletak pada teksturnya. Kain ulos memiliki tekstur yang paling halus di antara ketiganya. Kemudian kain songket memiliki tekstur yang lebih kasar dan kain tapis memiliki tekstur yang paling kasar.

 

Kain tapis dulunya digunakan dalam upacara-upacara adat di lingkungan kerajaan. Setiap keluarga kerajaan memiliki tapis dengan motifnya tersendiri. Salah satu motif yang cukup terkenal adalah bintang perak. Bintang perak ini merupakan motif yang dipakai oleh para gadis untuk acara begawi (pernikahan). Dengan demikian, konsep strata dalam masyarakat Lampung pada jaman dulu dapat dilihat dari motif kain tapisnya.

 

Dengan berkembangnya zaman, kini kain tapis tak lagi digunakan oleh keluarga kerajaan saja melainkan telah digunakan oleh masyarakat Lampung secara umum. Hal ini juga memicu tumbuhnya sentra-sentra produksi kain tapis di berbagai desa di wilayah Lampung. Salah satu yang terkenal adalah Desa Sumberejo, Kecamatan Gunung Batu. Di sana kita bisa menemukan banyak penduduk setempat yang membuat kain tapis di rumahnya.

Gambar

 

Umumnya satu kain tapis yang berukuran serimbit, ukuran kain sarung untuk bawahan yang biasa digunakan oleh ibu-ibu, dapat dihasilkan dalam waktu dua hingga tiga bulan. Lama pembuatannya disesuaikan dengan kerumitan motifnya. Harga kain tapis ini pun bermacam-macam, mulai dari seratus ribu rupiah. Seiring berkembangnya teknologi, kini penduduk setempat ada juga yang mulai menghasilkan kain tapis bordir yang harganya jauh lebih murah apabila dibandingkan dengan tapis yang dijahit dengan menggunakan tangan.

GambarGambar

Selain memiliki kain tenun tapis lampung juga memiliki kerajinan sulaman usus. Potensi pasar yang dimiliki sulaman usus sangatlah besar, namun agak sedikit tertinggal karena sulaman yang dibuat dari sutra kecil-kecil tersebut memerlukan waktu yang cukup lama dalam pengerjaanya.

Sulaman usus, biasanya, dikerjakan ibu-ibu dan remaja putri. Kerajinan tersebut awalnya diperkenalkan masyarakat asli Lampung dan biasanya digunakan untuk pakaian wanita, kemeja pria, hiasan dinding hingga tempat tisu.

Dalam perkembangannya, sulaman model begitu banyak digunakan para desainer sebagai asesoris rancangan. Bahkan, pasarnya sudah termasuk kelas ekonomi kelas atas. Kelebihannya, selain bentuk dan motifnya klasik, sulaman usus Lampung juga sangat halus. Tak heran bila sulaman itu banyak dicari pedagang, baik untuk pasar dalam negeri maupun mancanegara.

Namun saat ini kerajinan sulaman tersebut semakin sedikit yang menggeluti. Sebab, selain pengerjaannya rumit, membutuhkan kesabaran yang tinggi untuk mengerjakannya. Sebagai contoh, untuk sebuah kebaya memerlukan waktu satu pekan ‘perajutan.

Gambar

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2012 in Uncategorized

 

kawoz demon

Selain makanan, tempat wisata, lampung juga memiliki ciri khas lain. Kawoz Demon (KD), T-shirt khas Lampung diharapkan mampu menyaingi merek-merek kaos oblong terkenal lainnya seperti C59 di Bandung, Dagadu di Jogjakarta, serta Joger di Bali. Di daerah lain, juga ada kaos oblong yang identik dengan daerah itu, meski tak setenar tiga merek di atas. Seperti Cak Cuk Suroboyo dari Surabaya, Nyenyes dari Palembang, serta Begenjoh dari Tenggarong, Kutai Kartanegara.

 

Kawoz Demon berasal dari bahasa Lampung yang berarti Kaus Cinta. Kawoz Demon Lampung mempunyai empat desain awal dan sebuah desain khusus. Empat desain awal tersebut, yakni Nuwo Ghacak, Sudut Kota, Mr. Liman, dan Menara Siger. Untuk saat ini, gambar di kaus oblong KD memilih tema sudut-sudut kota di Lampung.

 Gambar

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2012 in Uncategorized

 

Oleh-oleh Khas Lampung

Gambar

Mencari oleh-oleh khas Lampung tidaklah sulit di Kota Bandar Lampung. Sebagai destinasi wisata yang kini sedang berkembang pesat, sepertinya warga Lampung menangkap peluang ini. Sulitnya menemukan tempat penjualan buah tangan sepertinya tidak kita temui bila melancong ke Lampung, khususnya Bandar Lampung sebagai ibukota propinsi. 

Sebagai informasi Lampung sangat terkenal dengan produk olahan Pisang dan Ikan. Ragam dan jenisnya begitu banyak. Toko buah tangan di Kota Bandar Lampung umumnya tersebar di pusat kota, umumnya terletak di sekitar daerah Pasar Bambu Kuning, Way Halim, atau byPass. Toko yang sangat terkenal dan biasanya menjadi rujukan untuk para pelancong.

Oleh-oleh yang terkenal antara lain adalah:

  • Keripik Pisang beraneka rasa (Coklat, Mocca, Susu, Strawbery, keju, Manis karamel, Melon, dan natural) harganya sekitar Rp 8ribu/9 Ribu untuk kemasan kantung kertas bewarna coklat atau 17ribuan untuk kemasan kotak;
  • Kerupuk Kemplang merek Ango yang tersohor (karena lebih terasa ikannya dengan sambal yang lezat) dihargai Rp. 4500 untuk untuk kemasan bungkus kecil;
  • Aneka macam produk olahan pisang (pisang oven yang enak, sale pisang basah, dan sale pisang kering yang crispy);
  • Aneka keripik (nangka dan nanas kudu dicoba seharga belasan ribu);
  • Aneka kerupuk dari bahan ikan Tenggiri mulai dari 10 rb atau Belida seharga 20 rb perbungkus;
  • Keripik ikan siap santap (rasa pedas-manis) seharga 10rb;
  • Keripik cumi dan udang seharga 20ribuan;
  • Belacan/terasi;
  • Aneka Kopi Lampung (dari harga 9ribuan hingga diatas 100rb untuk sekantung Kopi Luwak yang fenomenal);
  • Yang paling terkenal adalah produk sambalnya yakni Sambal Lampung dan Sambal Terasi Udang seharga belasan ribu yang pedas asli.

Bagi yang meragukan rasa dari oleh oleh yang akan dibeli, disediakan tester (jika tidak ada, bisa ditanyakan). Selain itu banyak toko-toko buah tangan khususnya makanan khas Lampung yang berada dipasar bambu kuning yang juga lengkap dan enak yang bisa menjadi alternatif rujukan bagi pelancong.

Gambar

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2012 in Uncategorized

 

Makanan Khas Lampung

Lampung mempunyai bermacam-macam makanan khas, yang tentunya tak diragukan lagi kenikmatanya. Contohnya saja SERUIT makanan khas provinsi lampung terbuat dari ikan yang digoreng atau dibakar kemudian dicampur sembel khas daerah lampung (sambel terasi), tempoyak (olahan durian) atau mangga dan ditambahkan lagi dengan lalapan. Ikan yang diolah tentunya ikan pilihan yaitu ikan yang mempunyai kwalitas terbaik. Jenis ikan yang digunakan untuk membuat SERUIT biasanya adalah jenis ikan sungai seperti ikan belide, ikan baung, dan ikan layis. 

Gambar

 Gambar

Sedangkan minumannya adalah SERBAT. Terbuat dari olahan buah mangga kweni yang di serut kecil-kecil berbentuk panjang kemudian dicampur dengan air gula, susu kental dan es. Selain itu juga terdapat makanan khas lampung lainya seperti sambel lampung, lemdok (dodol), keripik pisang kapok, kerupuk kemplang dan manisan yang dapat dijumpai di toko-toko makanan dan oleh-oleh.

Gambar

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2012 in Uncategorized

 

Budaya Pantun Khas Lampung

Pantun. Kata tersebut pastinya sudah tidak asing kita dengar. Susunan huruf bersajak nan berima itu merupakan salah satu karya sastra lama selain puisi, gurindam, dan karya sastra lama lainnya. Berbalas pantun mungkin memang sudah jarang dilakukan. Kebanyakan kita temui dalam pelajaran Bahasa Indonesia dan pada saat menyentuh bahasan tentang sastra. Namun, kegiatan berbalas pantun itu ternyata masih di lakukan oleh ulun Lampung. Pantun lampung antara lain: stimbalan/alasbas, kembang kacang, pal, ugan limo, sateu kruis, mul, hawayan, karuccung pandan, sagata, dan sebagainya.

 Gambar

Budaya berbalas pantun, sering kali di gunakan oleh ulun lampung. Dalam upacara adat misalnya, seorang petakun atau pengantar sambutan memulai suatu acara musyawarah (biasa di sebut merwatin) dengan pantun. Budaya tersebut juga dapat di temui dalam suatu acara pernikahan. Biasanya, kedua mempelai mendapat petuah melalui untaian sajak dari pantun tersebut. Bahkan, mulei meghanai pun menggunakan pantun sebagai sarana ekspresi perasaan mereka.

ini sebagian contoh pantunnya : 

Pantun Tiram

Mati luwak dang liyoh – in ku tanomi pari
Mati luwak dang jaoh – ku andan dibi pagi

Jumat adu liwat – sabtu makkung taliyu
sembahyang salah niat – mani ngingokkon niku

Jerambah ni way jambu – ampai ragu kapelok
Tiram ku jama niku – sang karung payah ngikok

Way kunjer tanno banjer – mak dacok mandi lagi
Rang laya mu bupiker – mak niku sapa lagi

Maramek di Kenali – Tayuhan batu brak
Maramek rasa mangi – mani niku mak ku liyak

 

Pantun Bughasan

kawai handak kancing pak – kawai halom kancing enom
sai handak nyak mak mirak – sai halom rang ku karom

Kipas mas kipas pulas – kipas bulung tembaku
Seratus lima belas – ancai sai sapi niku

Mena do cakak jan – nyak duri di duara
mena do niku bu lamban – nyak duri dang di hahanja

 

Pantun Gurau

Way ranau genau-genau – mak dacok mandi lagi
api kemak ni layau – bebai tuha lebon sugi

Jak ipa niku kuya – jak pedom lungkop-lungkop
badan mak rasa buya – ngahayak kebayan sikop

Mena do cakak jan – nyak duri di duara
mena do niku bu lamban – nyak duri dang di hahanja

Masjid Tanjung Jati – Karendo awan-awan
Hara senang ni hati – Udo ratong kabayan

 

Pantun Sarih

Kerikil batu kudo – ranglaya mit di banton
Ku kekai badan ku kudo – mari cawa ku temon

Busumpah di madinah – bu janji di Pusagi
Terai payan rawang rah – ku sansat ku layani

 

Pantun Penutup

Pelepai be’tek sapai – di hamara tambuleh
Kicek lalang taru pai – jemoh ti sambung muneh

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2012 in Uncategorized

 
Video

Tanjung Setia Lampung Barat

gak cuma bali yang punya pantai indah, Lampung juga punya lhoo..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2012 in Uncategorized

 
Video

Wisata Lampung

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2012 in Uncategorized